Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 20 April 2011

Biografi R.A Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak.
Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.
Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.
Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.
Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.
Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.
Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.
Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.
Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Selasa, 19 April 2011

Ujian Nasional di Depan Mata ?

yaps...
bener banget tuh..
ujian nasional udah di depan mata kita..

yang bisa kita lakuin cuma belajar?
NO! bukan cuma belajar aja.. 
pastinya harus di imbangi dengan berdoa dan tawkal
berdoa dan bertawakal juga belum cukup..

pertama, minta maaf kepada orang tua. karena doa mereka sangat mujarab bagikesuksesan kita.. 
kedua, minta maaf ke guru-guru dan temen-temen...
ketiga, jangan lupain SHOLAT, PUASA senin-kamis dan sholat TAHAJUD !
dan yang terakhir belajar dengan sungguh-sungguh..
oke.. sekian dulu dari gue..
insyaALLAH tips dari gue bermanfaat..
amin..

Jumat, 15 April 2011

sebelum pisah dengan teman-teman

hari ini, 
dua minggu sebelum UN dan sebelum perpisahan, gue akan bikin sesuatu yang ga akan di lupain sama temen-temen... 
tiap hari, ada aja hal hal gokil yang bikin gue ngakakakakak abeeezzz...
temen-temen gue yang gokil gila selalu menciptakan lawakan-lawakan konyol !!!!
hal hal bodoh ini gabakalan gue lupain deh....
ngecengin guru, ngecengin temen, ngeledekin RIESKI, ngga ngerjain tugas, curhat-curhat gajelas, bikin lawakan konyol, nge-bully in orang, dan masih banyak lagi....
tapi ini semua gue lakuin kan cuma buat gokil2an !
say sorry banget buat yang jadi korban.........
terutama rieski dan bu nuraeni yang tiap hari gue kerjain.. wakawkkwwkwk
abisnyakan kalian gemeeeeeeesssssiiinn.. wwkwk

gue demen banget nih sama lagunya project pop yang judulnya "ingatlah hari ini" 
ni deh gue nyanyin...
"kamu sangat berarti, istimewa di hati.. slamanya rasa ini... jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing ingatlah hari ini....."

gue ga sabar ntar perpisahan ke bandung !
gue mau di hari itu gue bikin suatu kejutan ke bu nuraini... yaaa, anggep ajalah sebagai tanda minta maap...
hihihihi.... 

thanks banget buat INDIRA, O'O, FAHRUL, IVAN,  DAN YANG LAIN !! udah bikin gue ngakak tiap hari ! :) 


Rabu, 13 April 2011

story of me

asslamu'alaikum WR.WB
kenalin nih nama gue afi biasa di panggil temen2 gue sih 'nasul' singkatan dari >>NAda SULthanah !! *senyumsenyumsambilberesinrambut*
gue lahir di jakarta tanggal 7 desember tahun 96..
sekarang gue kelas 3SMP dan sekolah di SMPN35 (ga terpencil banget ko tu skolah) tepatnya di condet..
gue lumayan gaul lah dan ga 'kuper2' banget!!
gue juga punya sahabat setia yang nemenin gue menerusi hidup ini (alah.. lebeh gelaaa?)haha.. sahabat2 gue bisa kasi solusi ke gue dan mereka nemenin hari2 gue ini dengan hiburan2 gokil yang bikin bibir gue ketarik lebar dgn pipi gue yang chubby ini hihihi..

gue terobsesi banget bikin ortu gue bahagia dan bangga dari hasil kerja keras gue...
gue lahir dari keluarga 'mewah' alias mewah HATI, JASMANI, dan ROHANI
keluarga gue sederhana tapi tetep loh penuh kasi sayang.. xixixi
berhubung gue masih newbie udahan dulu ye ni posting..
oya, pesen dari gue : jalanin hidup lo dengan ceria dan ingat jangan berhenti untuk mewujudkan mimpi2 indah itu dengan semangaaat